BERGURU DENGAN BURUNG BEO

foto by googleAlkisah disebuah kota, seorang Profesor didatangi beberapa mantan mahasiswanya yang sekarang sudah sukses dibidangnya. Sebagai wujud terimakasih, Mahasiswa ini membawa hadiah buat profesor seekor burung Beo beserta sangkarnya, karena memang sejak masa kuliah dulu, sudah terkenal bahwa profesor ini suka pelihara burung.

Burung Beo ini terlatih  untuk menirukan suara manusia dan mampu berdzikir seperti: Assalamu’alaikum, Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar, bahkan mampu mengucapkan kalimat sahadat dan lainnya.

Suatu malam, saat sang profesor ini terlelap tidur tiba-tiba terdengar suara gaduh dirumahnya dan ternyata burung Beo kesayangannya diterkam oleh seekor kucing dan akhirnya matilah burung Beo ini.

Sang profesor terlihat berbeda usai burungnya mati, nampak sekali kesedihannya hingga 2 minggu lamanya. Dengar kabar sang Profesor ini bersedih karena burung Beonya mati, para mahasiswa yang telah memberikan hadiah ini datang kerumah dengan bermaksud menghibur dan menyemangati.

Para mahasiswa berkata: “Prof, jika hanya burung yang membuatmu sedih, kami sanggup menggantinya dengan membelikan kembali burung Beo yang sejenis bahkan lebih pintar dan pandai bicara. Tak perlu profesor bermurung hingga sedemikian lamanya!”

Sang Profesor menjawab: “Aku bukan bersedih karena kematian burung itu.”

Para mahasiswa: “Lantas kenapa prof?”

Sang Profesor: “Saya sedih saat melihat burung Beo itu mati diterkam oleh kucing yang memakannya.  Saat diterkam burung itu hanya bersuara kakkakkaakk, kekkkekk, kakkakkaakk, kekkkekk…padahal burung ini sudah terlatih berdzikir sedemikian rupa, namun saat merasakan sakitnya cakaran kucing, burung Beo ini hanya meronta-ronta kesakitan.

Saat kejadian itulah aku bersedih, apabila nanti nasibku bisa seperti burung Beo ini. Semasa hidup saya sering berdzikir kepada Allah….jangan-jangan saat sakaratul maut aku tidak bisa mengucapkan kalimat syahadat yang setiap hari aku ucapkan…astaghfirullah hal adzim.

Terima kasih burung Beo, kamu telah memberikan pelajaran berharga untukku.

Dari kisah ini bisa kita ambil pelajaran, bahwa setiap yang bernyawa pasti merasakan kematian, mari kita siapkan kematian dengan perbanyak bertaubat, amal kebaikan dan taat pada Allah. Dengan cara sibukkan diri untuk aktivitas yang wajib & sunnah, sesekali yang mubah, tinggalkan yang makruh & campakkan yang haram.

Semoga bermanfaat

Muhammad Amin
Personal Development Trainer
Penggerak Masyarakat

Ingin ngobrol dengan saya? Follow twitter saya di @amininspirator

 

About admin

Muhammad Amin adalah seorang trainer profesional di bidang komunikasi dan pengembangan diri. Selain itu, Amin juga merupakan seorang penulis, coach, dan juga motivator.
This entry was posted in Uncategorized and tagged , . Bookmark the permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *