KOMUNIKASI MENGUBAH RESPON, BUKAN MENGUBAH ORANG

beautyplus_20160911090835_saveBanyak orang yang beranggapan salah terkait dengan tujuan dari komunikasi. Maka dari itu saya akan membahas tentang salah satu prinsip dari komunikasi, yang mudah-mudah bermanfaat untuk kehidupan kita. Salah satu prinsip komunikasi tersebut, bahwa komunikasi untuk mengubah respon, bukan untuk mengubah orang.  Disini saya akan coba ceritakan sebuah cerita yang semoga bisa menggambarkan maksud dari prinsip komunikasi ini.

Kisah ini terjadi di kereta api KRL Commuterline Jakarta.

Suatu ketika ada seorang pria yang  begitu capek karena bekerja dan hendak pulang kerumahnya dengan menggunakan jasa kereta api KRL Commuterline. Dari satu stasiun dia naik, dan sengaja ia mencari tempat duduk yang dekat jendela dengan harapan bisa bersandar untuk tidur. Pada saat dia telah menikmati tidurnya, distasiun berikutnya masuklah seorang bapak dengan dua orang anaknya laki-laki yang masih kecil-kecil.

Si bapak dan anak-anaknya duduk disamping si pemuda. apa yag terjadi disepanjang perjalanan ini? anak-anak ini terus bercanda, ribut & mengeluarkan suara yang keras sampai akhirnya sipemuda ini sedikit terganggu. Saat terganggu sang pemuda bergumam dalam hati “anak ini kok gangguin saja”, tetapi kemudian ia melanjutkan tidur dan memutuskan melupakan masalah itu.

Tetapi yang terjadi kemudian anak-anak ini bukan hanya bercanda, tapi berlari-larian didepan pemuda itu sampai sempat menginjak kaki sipemuda. Sampai akhirnya pemuda itu kaget dan bangun lagi. Ia terkaget dengan ekspresi wajahnya menunjukkan ketidaksukaan, saat itu Ia melihat sekelilingnya dan ia melihat kearah bapaknya. Pemuda ini mulai sedikit marah dengan si bapak, sambil bergumam dalam hati “kenapa kok anaknya tidak dinasehati untuk disuruh diam ya?”. Sedangkan sang bapak hanya duduk, sambil senyum-senyum saja. Tetapi sang pemuda mencoba untuk sabar dan mengurungkan niatnya tidak menegur sang bapak. Kemudian dia mencoba untuk tidur lagi karena begitu lelah dan capek.

Tetapi apa yang terjadi saat pemuda tertidur lagi? untuk ketiga kalinya justru lebih parah. Anak itu bermain-main dengan botol yang berisi air kemudian airnya tumpah ke celana pemuda itu. Si pemuda terbangun dengan kaget , dan langsung berdiri tidak sabar lagi menahan emosinya. kemudian ia sampaikan ke bapaknya dengan nada yang keras dan suara yang lantang dengan mengatakan “pak..!!! itu anak bapak? kenapa bapak biarkan anak bapak bermain seperti itu?”. Dengan nada emosi dan wajah yang memerah dia mencoba untuk memberi tahu kepada Si bapak bahwa dia terganggu. “ inikan tempat umum pak, ini bukan tempat untuk mainan anak-anak, harusnya bapak kasih tahu anak bapak” ucap sang pemuda.

Setelah pemuda tersebut mengkomunikasikan apa yang menjadi kendalanya kepada si bapak, Bapak ini menjawab dengan nada rendah.  “Sebelumnya bapak minta maaf apabila anak-anak saya mengganggu mas. tapi sebelumnya saya ingin beritahu bahwa tiga hari yang lalu ibunya anak-anak ini baru saja meninggal dunia, dan kami semua masih dalam kondisi berduka. setiap hari anak-anak menangis, sedih, dan ingin sekali bertemu dengan ibunya. saya tidak tega melihat kesediahan mereka yang masih kecil ini “ jawab si bapak dengan mata berkaca-kaca menunjukkan kesediahan. “satu-satunya cara yang saya tahu untuk membuat mereka ceria lagi adalah dengan naik kereta” lanjutnya.

“Karena naik kereta adalah salah satu yang mereka impi-impikan dan mereka senangi, dulu saat ibunya masih ada. mereka sering mengajak kami, ayo pak naik kereta…ayo pak naik kereta, dan sekarang baru kesampaian. mereka sangat senang akhirnya impiannya tercapai. maka saat saya melihat sekarang ia gembira, rasanya tidak tega kalau memaksa mereka untuk diam. Mereka begitu menikmati dan ini adalah kesempatan mereka untuk sedikit melupakan kepergian ibunya” ucap si bapak.

Kira-kira kalau Anda jadi pemuda itu, apakah respon Anda akan berubah?. Kalau saya akan berubah menjadi empati, perasaan tidak enak, yang tadinya marah-marah dengan berharap bapak itu menasehati anakanya. Sudut pandang saya berubah, muncul rasa kasihan, bagaimana kalau itu terjadi kepada saya, bagaimana rasanya menjadi mereka.

Akhirnya pemuda itu minta maaf karena sudah marah-marah. Dan setelah itu Ia melanjutkan tidurnya, walaupun anak itu masih terus berisik, tertawa dan lain sebagainya, pemuda itu sudah tidak lagi terganggu, ia bisa menikmati tidurnya bahkan lebih tenang dan lebih damai.

Apa pelajaran yang bisa kita ambil dari cerita ini, bahwa sering kali seseorang menyampaikan sebuah komunikasi tujuannya bukan untuk mengubah orang lain. kondisinya tetap sama, tetapi tujuannya adalah merubah respon. Komunikasi dengan verbal, vokal dan visual yang baik akan mampu memberikan dampak yang terbaik bagi pesan itu sendiri. Dan mudah-mudahan dari pesan yang saya sampaikan dari prinsip komunikasi, bahwa komunikasi bukan untuk mengubah orang, tapi untuk mengubah respon, bisa bermanfaat bagi kehidupan kita semua. Dan semoga kita  bisa berkomunikasi lebih efektif lagi.

Salam pertumbuhan

Muhammad Amin
Personal Development Trainer
Penggerak Masyarakat

Ingin ngobrol dengan saya? Follow twitter saya di @amininspirator

About admin

Muhammad Amin adalah seorang trainer profesional di bidang komunikasi dan pengembangan diri. Selain itu, Amin juga merupakan seorang penulis, coach, dan juga motivator.
This entry was posted in inspirasi, motivasi and tagged . Bookmark the permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *